Aku telah memutuskan untuk tidak memilihnya dan memilih sahabatku, memang sakit setelah itu, sifat dia berubah. Menjadi dingin dan beku denganku. Aku merasa bersalah karena telah membuat dia seperti itu.
tapi mau gimana lagi? Dia harus terima kenyataan.
Dan aku yakin, suatu saat nanti pasti dia akan mendapatkan yang lebih baik dari aku.
Aku harap dia gak marah, dan bersifat seperti biasa denganku. Aku sedih kalau dia bersifat dingin padaku.
Aku,,,,,,
Mungkin,,,, aku telah menyimpan perasaan kepadanya. Tapi, aku tahu siapa diri aku. Aku gak boleh menyayanginya!
Gak!
Gak boleh!
Akan ku coba tuk melupakan semua ini. Walau emang susah, tapi semua ini pasti hanya awalan saja. Lama-kelamaan dia juga bakal nerima semua ini. Dan seperti biasa, dia bakal mendapatkan yang baru, dan lebih baik dari aku. Amin.
Tepat pukul 12.08pm, aku menulis suara hatiku ini. Jujur, aku ingin menemuinya. Dan menyelesaikan semua ini sebaik-baik mungkin.
Walau apapun, dia juga telah membuatku happy juga selama ini. Kalau aku sedih, dia juga selalu ada buat aku, gitu juga saat aku senang. Dan, gak mungkin aku lupa ma jasa dia yang telah membantuku.
huhuhuhuhu
Kenapa semua ini terjadi padaku?
Apa salahku?
Aku menjadi mangsa keadaan?
Yang benar? Apa sebenarnya yang ada di hatiku"?
Apa sih?
Apa mau mu? Apa mauku? Dan apa mau dia?
Aku pengen teriak sekuat hatiku. Menangis juga tiada gunanya! AAARRRGGHHH!!!!!!!!!!!
Musnah semuanya. Hancur. Seperti hatiku.
Aku. . . . . aku. . . . .
No comments:
Post a Comment